Vegemite, makanan khas australia
Tahukah anda di
Australia juga ada makanan yang mungkin keberadaannya bisa disetarakan dengan
buah durian? Makanan ini begitu dicintai oleh mayoritas orang Australia, namun
sekaligus dibenci banyak orang (termasuk para pelancong asing yang berkunjung
ke Australia) karena rasanya yang dianggap aneh. Nama makanan tersebut
adalah Vegemite. Vegemite yan kerap disebut Vegie, adalah
semacam pasta untuk olesan roti, berwarna cokelat tua (nyaris hitam), terbuat
dari ekstrak yeast sisa pembuatan bir. Sekilas seperti selai
cokelat Nutella, tetapi teksturnya seperti selai kacang, agak
padat. Rasanya ? Sangat asin dan agak pahit. Vegemite sangat
populer di Australia dan New Zealand, bahkan menjadi ikon nasional Australia.
Saking cintanya dengan Vegemite, orang Australia saat melancong ke luar negeri
tidak pernah lupa membawa pasta yang terbuat dari ekstrak yeast ini dalam
kopernya karena mereka khawatir tidak dapat menemukan Vegemite di
negera-negara yang mereka kunjungi. Hal ini bisa dimaklumi karena Vegemite tidak
pernah sukses dipasarkan di negara lain selain Australia dan New Zealand.
Sejak bayi anak-anak
Australia sudah dibiasakan untuk mengkonsumsi Vegemite, karena kandungan
vitamin B pada makanan ini sangat tinggi. Vegemite adalah santapan
sehari-hari orang Australia, sembilan dari sepuluh keluarga Australia
mengkonsumsi Vegemite. Kalau anak-anak Amerika biasa membawa bekal
sandwich selai kacang ke sekolah, maka anak-anak Australia biasa membawa
bekal sandwich Vegemite ke sekolahnya. Untuk sarapan pagi orang
Australia biasa menyantap Vegemite dengan cara mengoleskannya pada roti
bakar, atau pada roti sandwich yang dilapisi keju untuk makan
siang. Selain untuk olesan roti, Vegemite juga kerap digunakan
sebagai bumbu untuk membuat sup dan saus.
Pengalaman mencicipi Vegemite
untuk pertama kali dapat menjadi pengalaman yang tidak ingin diulang lagi oleh
banyak orang. Hal ini dialami oleh DF (43 tahun), saat mengambil program MBA
di Brisbane, Queensland. Karena ia tahu bahwa Vegemite adalah
makanan khas Australia, maka ia pun penasaran ingin mencicipinya. Pengalaman
pertama mencicipi Vegemite, menjadi pengalamannya yang terakhir untuk
menyentuh makanan yang lazim digunakan sebagai olesan roti tersebut. ”Saya
sama sekali tidak doyan”, begitu komentarnya. Memang, tak sedikit
yang berkomentar bahwa Vegemite adalah makanan yang rasanya sangat tidak
enak. Bahkan, di sebuah blog seseorang berkebangsaan Amerika
berkomentar, ”Sebagai orang Amerika yang tinggal di Australia, saya pikir
untuk dapat menyukai Vegemite seseorang harus memiliki gen orang Australia.
Makanan ini sama sekali tidak enak”. Tetapi banyak juga yang pada awalnya
tidak bisa menikmati Vegemite, akhirnya bisa menikmati pasta berwarna
cokelat tua ini, bahkan sampai ketagihan ! Hal ini dialami oleh DS (25 tahun) :
”Pertama kali mencicipi Vegemite, saya sampai mau muntah. Dari baunya saja sudah
tidak kuat. Lama-lama penasaran kenapa teman-teman di high school bisa
menikmati Vegemite. Akhirnya begitu dapat menemukan ’enaknya’ dimana ,
saya malah jadi ketagihan”. Pengalaman serupa juga dialami oleh oleh
EB (60 tahun) seorang dosen di sebuah universitas negeri ternama di Jakarta.
Pertama kali mencicipi roti bakar Vegemite yang dibuat oleh puterinya ia
berkomentar, ”Kok ada ya makanan yang rasanya kayak gini?”. Setiap
kali puterinya membuat roti Vegemite ia selalu menyumpah-serapahi
makanan khas negara kangguru tersebut. Sampai suatu hari – 6 tahun kemudian –
puteri EB, yang memang pecinta Vegemite meminta EB untuk mencicipi roti
goreng Vegemite buatannya dan ternyata kali ini ia bisa menikmatinya.
Belakangan EB malah menjadi ketagihan menyantap roti berlapis Vegemite.
EB sekarang memiliki semboyan, ”Tiada hari tanpa Vegemite”.
Vegemite dapat dinikmati
dengan roti, biskuit, dan seringkali digunakan sebagai bumbu untuk memasak,
misalnya saja untuk membuat sup atau sebagai bumbu tambahan untuk membuat saus.
Bahkan ada juga orang Australia yang menyantap Vegemite
dengan cara yang agak unik …… digado begitu saja dengan batang seledri !!! Tapi
mungkin cara yang terakhir ’terlalu ekstrim’ untuk dapat diterima oleh lidah
orang Indonesia bahkan di lidah orang pada umumnya. Cara yang
paling populer untuk menyajikan Vegie adalah dengan roti bakar.
Roti diolesi mentega dan selanjutnya dilapisi Vegemite setipis mungkin.
Sebagai variasi bisa ditambahkan buah alpukat sesuai selera. Variasi lain bisa
ditambahkan sliced cheese dan tomat. Setelah itu dipanggang sampai
keju nya meleleh. Vegemite juga nikmat dioleskan pada roti tawar
yang digoreng dengan mentega. Selain buah alpukat dan keju, telur mata
sapi yang sudah dibubuhi merica adalah paduan yang pas untuk
menyantap Vegemite. Cara lain yang lebih praktis, roti tidak perlu di
bakar atau di panggang. Roti tawar diolesi margarine dan (tentu saja) Vegemite.
Setelah itu tambahkan keju cheddar dan daun selada. Penasaran ingin
mencoba Vegemite ? Beberapa pasar swalayan di Jakarta juga
menjual makanan khas negara kangguru ini. Tersedia dalam 3 ukuran: 235 gram,
115 gram dan 145 gram. Bersiap-siaplah untuk membenci atau jatuh
cinta kepada Vegie …..
.
0 komentar:
Posting Komentar